Tampilkan postingan dengan label Penyakit Tubuh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Penyakit Tubuh. Tampilkan semua postingan

Kamis, 08 November 2012

Penangkal Kanker Payudara


Data menyebutkan bahwa 2 juta perempuan di Indonesia adalah pengidap kanker payudara dan berisiko pada kematian. Namun, kabar baiknya, jika terdeteksi sejak dini, kanker payudara bisa diatasi.

Kanker payudara memang bisa menyerang siapa saja. Umumnya terjadi pada perempuan , baik tua maupun muda. Menurut Dr. Sutjipto, SpB(K) Onk, ahli bedah Onkologi dari Rumah Sakit Kanker Dharmais, Jakarta, kanker payudara merupakan penyebab kematian kedua terbanyak di Indonesia. Bila dulunya yang terserang penyakit ini berusia di atas 35 tahun, tapi kini penderitanya jauh lebih muda.
Tidak hanya pola hidup yang sehat dan berolahraga, mengkonsumsi beberapa jenis makanan 'sehat' juga bisa membantu mencegah terjadinya serangan kanker payudara. Apa saja ?

Sayuran

Beberapa jenis sayur seperti brokoli, kembang kol, kubis, dan kale, merupakan sederet sayuran yang memiliki senyawa khusus untuk menghalau pertumbuhal sel kanker.

Teh hijau

Kandungan antioksidan dalam teh hijau menjadi salash satu sumber yang baik untuk menurunkan risiko kanker payudara dan kanker ovarium. Dalam sebuah studi menunjukkan bahwa mengonsumsi 3-4 cangkir teh hijau setiap hari dapat mengurangi risiko terkena kanker payudara, dengan cara meningkatkan metabolisme tubuh.
Dengan kandungan antioksidan yang melimpah. Buah seperti stroberi, kiwi, jeruk, anggur merah, dan bluberi, didaulat sebagai buah yang mampu meringankan utnuk tubuh terkena kanker paudara. Pastikan Anda melengkapi jumlah harian buah dalam sehari.

Jus jeruk

Hampir semua orang tahu bahwa vitamin C merupakan zat antioksidan yang paling kuat, yang secara efektif dapat menjaga kesehatan payudara. Semakin sering mengonsumsinya, semakin banyak pula zat antioksidan dalam tubuh Anda. Buah ini juga memiliki peran penting terhadap peningkatan sitem imun.

Ikan

Ikan kaya akan asam lemak omega 3 dan mengandung vitamin D yang sangat tinggi. Kedua zat ini sangat baik untuk kelangsungan payudara, sehingga Anda harus memastikan untuk selalu memasukkkan ikan ke dalam menu diet Anda.

Red wine

Mengkonsumsi red wine dengan porsi normal dipercaya dapat menurunkan resiko kanker payudara. Namun, meminum red wine lebih dari 2 kali setiap hari justru berdampak sebaliknya, oleh karena konsumsi dalam porsi normal.
Selain itu red wine juga secara signifikan mengurangi efek radiasi pada wanita yang menjalani terapi kanker. Kandungan resyetrol pada red wine membuat sel kanker lebih peka pada perawatan dengan radiasi, namun tetap melindungi kesehatan dan menjaga sel dari efek samping terapi.

Oatmeal

Jangan ragu untuk menikmati semangkuk oatmeal saat sarapan. Bukan hanya sekedar melindungi Anda dari kolesterol jahat, namun mengonsumsi oatmeal secara rutin bisa meningkatkan kekebalan tubuh, dan juga melawan diabetes. Tidak hanya itu, dalam sebuah studi menyebutkan bahwa oatmeal mampu melindungi tubuh dari serangan kanker payudara.

Brokoli

Brokoli mengandung indole-3-karbinol suatu senyawa yang berperan untuk melawan kanker payudaradengan mengkonversi estrogen yang menjadi penyebab utama kanker menjadi estrogen yang memiliki sifat cancer-protection.

Tumbuhan laut

Dari studi yang dilakukan oleh UC Berkeley menemukan bahwa melakukan diet dengan konsumsi tumbuhan laut yang tinggi akan menurnkan serum estradiol level pada wanita dan juga memiliki agen phytoestrogenic. Tumbuhan laut kuga kaya akan klorofil yang membantu mencegah kanker payudara. Selain itu, tumbuhan laut (kelp) juga mengandung fucoidan yang diketahui mengurangi apoptosis (kematian sel) pada penderita kanker payudara.

Buah delima

Suatu studi di Israel berhasil menemukan bahwa buah delima atau jus buah delima dpaat menghancurkan sel kanker payudara tanpa merusak sel yang sehat. Selain itu buah delima juga mencegah sel kanker payudara yang baru untuk tumbuh. (inilah.com)

Minggu, 04 November 2012

Susah Tidur Dapat Mengundang Penyakit Stroke


Gangguan tidur kini semakin dianggap sebagai faktor risiko penyakit yang tak bisa dipandang enteng. Dalam studi terbaru diketahui orang yang menderita insomnia memiliki risiko dua kali lipat terkena serangan jantung atau stroke. Beberapa penelitian telah mengungkapkan gangguan tidur memicu berbagai gangguan fisik dan mental, mulai dari obesitas, depresi, tekanan darah tinggi, bahkan penurunan daya ingat.

Di lain pihak, beberapa kondisi penyakit juga akan memicu insomnia, misalnya rasa nyeri, heartburn, hipertiroid, sindrom kaki tak mau diam, dan kecemasan. "Beberapa hal yang memicu insomnia juga akan meningkatkan risiko serangan jantung, misalnya diabetes atau stres itu sendiri," kata Dr.Gregg Fonarow, profesor kardiovaskular dari UCLA David Geffen School of Medicine, AS.

Dalam penelitian yang dilakukan Dr.Chien-Yi Hsu dari Taipei Veterans General Hospital, diketahui bahwa 1,6 persen orang yang menderita insomnia terkena serangan jantung, dibandingkan dengan orang yang tak punya gangguan tidur. Selain itu, dari kelompok orang yang menderita insomnia sekitar 11,2 persennya menderita stroke.

Penelitian tersebut menggunakan data kesehatan nasional Taiwan yang melibatkan 2 juta orang. Hasil riset ini dipresentasikan dalam pertemuan ilmiah Asosiasi Jantung Amerika. Walau demikian, para pakar kesehatan mengatakan hasil studi ini belum bisa dijadikan dasar bagi para tenaga kesehatan untuk mengobati insomnia secara agresif.

"Mengatasi insomnia memang meningkatkan kualitas hidup tetapi terlalu cepat untuk mengatakan bahwa mengatasi insomnia akan mengurangi risiko serangan jantung dan stroke," kata Fonarow. Namun kualitas dan kuantitas tidur tetap disarankan untuk menjadi prioritas. Kurang tidur telah terbukti akan membuat sistem kekebalan tubuh menjadi lemah sehingga memicu terjadinya inflamasi.


Sumber : msnbc

Sabtu, 20 Oktober 2012

Obat Herbal Untuk Mengobati Dan Mencegah Penyakit Jantung


www.deherba.com. Di Indonesia, penyakit jantung koroner yang di tahun 1972 berada di peringkat 11 penyebab kematian, kini berada di peringkat 1. Sedangkan di dunia, penderita penyakit ini kian bertambah.

Karena semakin meningkatnya penderita penyakit jantung di seluruh dunia, para ahli dan ilmuwan yang kompeten di bidangnya mulai mencari obat sakit jantung alternatif dan menelitinya.

Faktanya, beberapa tumbuh-tumbuhan herba mengandung nutrisi dan kandungan yang diperlukan untuk jantung dan dapat menurunkan faktor resikonya.

Kini, tak sedikit penderita penyakit jantung di seluruh dunia yang menggabungkan obat-obatan kimia dan obat herbal untuk menurunkan faktor resiko jantung seperti hipertensi dan diabetes.

Negara barat yang acap kali mengagung-agungkan obat modern pun kini mulai melirik obat herbal untuk mengatasi penyakit jantung. Ini dia beberapa obat-obat herbal yang telah digunakan untuk mengobati dan mencegah penyakit jantung di seluruh dunia.

Noni Juice

Mengkudu atau yang disebut orang Hawaii sebagai Noni mengandung senyawa utama scopoletin yang berfungsi untuk menstabilkan tekanan darah. Saat tekanan darah Anda tinggi, ia akan menurunkannya, namun ketika tekanan darah rendah ia akan menaikkannya hingga batas normal. Scopoletin akan melebarkan pembuluh darah yang sempit sehingga jantung tak perlu bekerja keras untuk memompa darah. Selain itu, mengkudu memiliki berbagai macam kandungan yang bekerja secara sinergis untuk kesehatan jantung Anda.

Sarang Semut

Bukan hanya tulang dan gigi, jantung dan pembuluh darah juga memerlukan kalsium. Tetapi terlalu banyak kalsium juga akan berefek pada terjadinya hypercalcemia, yang berpengaruh pada detak jantung. Sarang Semut memiliki kandungan kalsium dan kalium yang diperlukan oleh jantung sehingga detak jantung Anda akan normal: tidak terlalu cepat dan tidak terlalu lambat. Sarang Semut juga mengandung antioksidan (flavonoid) tinggi dan multi mineral yang melancarkan peredaran darah.

Jahe

Tersumbatnya aliran darah diakibatkan adanya lemak dan kolesterol yang menempel di dinding pembuluh darah dan ini akan menyebabkan penyakit jantung koroner. Nah, jahe yang biasanya dipakai bumbu masakan ternyata memiliki kandungan yang dapat menurunkan kadar kolesterol. Dalam jurnal kesehatan yang diterbitkan tahun 2008, 'Saudi Medical Journal’ disebutkan bahwa mengonsumsi 3 gr jahe per hari selama 45 hari dapat menurunkan kadar kolesterol.

Bawang Putih

Bawang putih diklaim sebagai obat ajaib bagi sakit jantung. Bumbu masakan ini bahkan telah dipakai oleh penderita penyakit jantung di seluruh dunia dan telah digunakan sejak lama dalam pengobatan medis. Bawang putih juga telah menjadi subyek penelitian dalam 258 jurnal tentang penyakit jantung yang telah diterbitkan. Dan penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi lemak akan meningkatkan resiko penyakit jantung tetapi menambahkan bawang putih akan melenyapkan ½ bagian lemak dari arteri. Tak hanya itu, menambahkan 1 siung bawang putih pada menu diet harian Anda akan membantu menurunkan kolesterol dalam darah dari 10% hingga 17%. Banyak penderita sakit jantung yang enggan mengonsumsi bawang putih karena baunya yang menyengat dan tahan lama. Tetapi banyak orang barat justru membuat jus bawang putih untuk mengatasi penyakit jantung.

Nah, tak ada salahnya mengonsumsi obat herbal untuk mengatasi penyakit jantung Anda. Sebab banyak penelitian yang mendukung dan banyak orang di dunia yang telah mencobanya.

Selasa, 16 Oktober 2012

Tentang Penyakit Jantung


deherba.com. Jantung adalah salah satu organ tubuh terpenting yang fungsi utamanya memompa darah ke seluruh tubuh. Seperti organ tubuh lainnya, jantung juga dapat diserang oleh berbagai penyakit

Penyakit jantung adalah sebuah kondisi yang menyebabkan jantung tidak dapat melaksanakan fungsinya dengan baik. Ada berbagai macam gangguan dan penyakit yang dapat mempengaruhi bagian manapun dari jantung.

Penyakit jantung yang paling umum adalah jantung koroner yang dapat menyebabkan serangan jantung hingga kematian mendadak.

Penyebab penyakit jantung koroner adalah adanya penyempitan dan penyumbatan pembuluh arteri karena penumpukan zat lemak secara berlebihan di lapisan dinding nadi pembuluh koroner. Hal tersebut dipengaruhi oleh pola makan yang kurang sehat yang disertai gaya hidup kurang gerak, kecanduan rokok, hipertensi, dan kolesterol tinggi sehingga mempengaruhi pembentukan bekuan darah. Sebagai akibatnya aliran darah ke jantung terhambat sehingga mengganggu kerja jantung sebagai pemompa darah yang selanjutnya akan memicu terjadinya serangan jantung.

Selain penyakit jantung koroner, ada juga penyakit jantung lainnya yang disebabkan kelainan semenjak lahir misalnya jantung yang tidak sempurna, kelainan katup jantung, dan melemahnya otot jantung. Penyebab lain adalah bakteri yang menyebabkan infeksi pada jantung.

Jika Anda membutuhkan herbal untuk membantu kesembuhan penyakit jantung, Noni juice dan Sarang Semut adalah herbal yang paling direkomendasikan untuk berbagai penyakit jantung.

Sabtu, 13 Oktober 2012

Penyakit Kanker Dapat Dideteksi Melalui Golongan Darah


Doktersehat.com.  Golongan darah adalah pengklasifikasian darah dari suatu individu berdasarkan ada atau tidak adanya zat antigen warisan pada permukaan membran sel darah merah. Kini marak bermunculan penelitian tentang hubungan antara golongan darah dan penyakit tertentu yang masih dalam perdebatan. Sejak pertama kali dipublikasikan penelitian yang menunjukkan adanya hubungan antara golongan darah A dengan kanker lambung, banyak sekali laporan penelitian tentang hubungan penyakit kanker dan golongan darah yang bermunculan.

Insiden paling banyak terjadi pada golongan darah A yang memiliki hubungan kuat dengan berbagai jenis kanker. Salah satunya tumor syaraf, kanker kelenjar ludah, usus, kandungan, ginjal, dan serviks. Insiden ini juga terjadi pada golongan darah O, yang teridentifikasi banyak terkena kanker kulit dan melanoma.

Dalam gen pada golongan darah A, B, O dapat dipetakan 9-34 wilayah yang mudah mengalami perubahan ke arah kanker. Hubungan antara kelompok antigen menunjukkan bahwa perubahan gen yang paling signifikan dalam beberapa kanker, seperti kanker payudara, usus besar, dan prostat adalah karbohidrat gen pada permukaan sel-sel metastatik yang melekat pada molekul sel.

Jenis golongan darah A, B, O tersebar dalam beberapa jenis geografis, etnis, dan kelompok sosio-ekonomi. Komposisi golongan darah di bagian Utara India adalah B lebih banyak dari O, O lebih banyak dari A, dan A lebih banyak dari AB.

Penelitian ini melibatkan pembuktian 2640 histologi pasien kanker di bank darah, Departemen Patologi di JN Medical College, Aligarh. Data yang diambil adalah darah hasil transfusi dari donor darah sepanjang tahun 2000-2007. Golongan darah A, B, dan O diambil dengan cara metode tabung pada setiap pasien kanker.

Hasil penelitian, yang melibatkan 1168 pasien pria dan 1472 pasien wanita serta 1857 pria dan 783 wanita yang berada dalam pemeriksaan kesehatan, menunjukkan saat penyakit kanker ditemukan, dijumlahkan, kemudian dikelompokkan, kanker paling banyak ditemukan di golongan darah B yaitu, sebesar 40.5%, golongan darah A sebesar 34.2%, golongan darah O sebesar 16%, dan AB sebesar 9.3%

Golongan darah juga mengelompokkan jenis penyakit yang bisa diderita. Seperti, golongan darah B lebih banyak yang menderita kanker pencernaan dan kanker empedu. Sedangkan golongan darah A, meski jumlahnya lebih sedikit, tapi jenis kanker yang diderita lebih banyak. Pada golongan darah A dapat ditemukan kanker payudara, paru-paru, ginjal, dan empedu.

Meski begitu, ada pula jenis kanker yang menyebar di seluruh golongan darah. Salah satu contohnya adalah kanker payudara, yang bisa diderita oleh semua orang bergolongan darah A, B, O, maupun AB.

Kesimpulan akhir penelitian ini menyebutkan, meskipun golongan darah memiliki kaitan erat dengan keberadaan kanker, masih banyak manifestasi kanker lainnya. Tujuan penelitian ini mengelompokkan kanker berdasarkan jenis golongan darah, keturunan, daerah, dan etnis hanya untuk mencegah penyebaran sekaligus pencegahan awal penyakit.

Selasa, 18 September 2012

7 Gejala Pada Pria Apabila Terkena Penyakit Diabetes


penyakitdiabetes.net. Selain wanita, pria juga memiliki resiko yang sama terkena diabetes. Pria juga banyak yang terkena penyakit berbahaya ini. Pada umumnya pria yang suka merokok dan minum-minuman beralkohol cenderung mudah terserang gejala diabetes. Jika kita melihat gejala diabetes pada wanita ternyata memiliki kemiripan dengan gejala diabetes pada laki-laki. Adapun gejala diabetes pada laki-laki tersebut yang harus diwaspadai, antara lain rasa haus dan buang air kecil yang berlebihan, penurunan berat badan yang tidak biasa, penglihatan kabur, peningkatan nafsu makan, disfungsi ereksi, penyembuhan dari luka menjadi lambat, dan kerusakan syaraf.

Beberapa gejala diabetes pada laki-laki ini seringkali dialami oleh sebagian besar pria di Indonesia. Namun karena keterbatasan pengetahuan yang dimilikinya seringkali mereka membiarkan gejala tersebut sehingga semakin bertambah parah. Padahal jika mereka memeriksakan gejala diabetes pada laki-laki ini sedini mungkin, maka besar kemungkinan dapat disembuhkan. Oleh karena itu Anda simak artikel dibawah ini tentang gejala diabetes pada laki-laki yang harus diwaspadai.

Sebenarnya tidak ada perbedaan yang signifikan antara gejala diabetes pada wanita atau pria. Namun paling tidak diketahui ada 7 gejala diabetes pada laki-laki yang patut Anda waspadai.

Berikut ini penjelasan masing-masing gejala tersebut.

1. Rasa haus dan buang air kecil yang berlebihan

- Pada umumnya penderita diabetes mengalami buang air kecil secara berlebihan karena kadar gula dalam darah jumlahnya berlebih. Karena berlebih, kemudian tubuh dirangsang untuk mengeluarkan kelebihan kadar gula tersebut melalui ginjal bersama air kencing.

- Biasanya penderita diabetes buang air kecil secara berlebihan ini terjadi pada malam hari terutama sewaktu tidur malam sehingga mengurangi kualitas tidur. Hal ini disebabkan karena kadar gula dalam darah pada malam hari relatif tinggi dibandingkan siang hari.

- Sedangkan gejala rasa haus yang berlebihan merupakan dampak tubuh terlalu banyak mengeluarkan urine. Namun sebenarnya hal ini merupakan usaha tubuh untuk menghindari kekurangan cairan (dehidrasi).

- Selama kadar gula dalam darah belum terkontrol baik, maka akan timbul keinginan terus-menerus minum. Sebaliknya dengan minum yang banyak akan menimbulkan hasrat untuk buang air kecil.

 2. Penurunan berat badan yang tidak biasa

- Tanpa disadari penderita diabetes akan mengalami penurunan berat badan tanpa diketahui penyebab yang jelas.

- Pada penderita diabetes, turunnya berat badan disebabkan karena dibuangnya sebagian gula dalam darah ke sistem ginjal melalui urine. Padahal gula dalam darah merupakan hasil pencernaan pada makanan di dalam lambung. Akibatnya berapapun jumlah makanan yang dimakan akan sisa-sia selama insulin tidak mampu menyalurkan gula sebagai sumber energi bagi tubuh.

3. Penglihatan kabur

- Gangguan penglihatan kabur ini sering disebut katarak dan biasanya dialami penderita diabetes yang sudah akut.

- Katarak dapat timbul karena gula membentuk suatu lapisan yang menutupi lensa mata. Hal inilah yang menyebabkan lensa mata menjadi buram, sehingga menghambat masuknya cahaya ke bola mata dan akibatnya mengganggu penglihatan.

- Gangguan ini dapat diatasi dengan cara melakukan operasi mata melalui menggantikan lensa mata yang rusak dengan lensa plastik.

4. Peningkatan nafsu makan

- Pada umumnya penderita diabetes mempunyai nafsu makan yang besar, namun berat badannya tidak naik.

- Adanya peningkatan nafsu makan dipicu oleh berkurangnya cadangan gula dalam tubuh meskipun kadar gula dalam darah tinggi, sehingga membuat tubuh merasa lemas seperti kurang tenaga dan akhirnya timbul keinginan untuk makan. Padahal jika diperiksa, kandungan gula dalam darahnya sudah cukup tinggi.

5. Disfungsi Ereksi

- Dalam jangka waktu yang lama, penderita diabetes pria juga dapat mengalami resiko disfungsi ereksi, yaitu berkurangnya jumlah sperma yang dihasilkan oleh hormon testosteron.

- Pada kondisi akut, dapat menyebabkan impotensi.

- Disfungsi ereksi ini disebabkan karena terjadinya kerusakan sel syaraf akibat diabetes. Diabetes dapat mengakibatkan terganggunya sistem aliran darah di sekitar sel-sel syaraf seperti pada ginjal dan alat kelamin.

- Jika tidak segera ditangani, maka dapat mengganggu hubungan keharmonisan rumah tangga.

6. Penyembuhan dari Luka menjadi lambat

- Apabila terjadi luka, seringkali penyembuhan atas luka tersebut sangat lama. Hal ini disebabkan karena berkurangnya suplai darah akibat menyempitnya pembuluh darah.

- Untuk pencegahan, disarankan agar penderita diabetes selalu menjaga dan merawat kulitnya meskipun tidak terjadi luka.

7. Kerusakan Syaraf

- Penderita diabetes juga mengalami kerusakan syaraf, karena diabetes dapat merusak sistem syaraf.

- Rusaknya sistem syaraf mengakibatkan terganggunya sistem aliran darah di sekitar sel-sel syaraf seperti halnya pada mata dan ginjal.
- Kerusakan sel syaraf akibat diabetes disebut juga neuropati.

Ada tiga jenis syaraf yang dirusak oleh diabetes, yaitu kerusakan pada syaraf motorik, sensorik dan otonom.

Selain gejala diabetes pada pria di atas, ada juga beberapa gejala yang dapat diamati secara individual seperti kelelahan, mulut kering dan sakit kepala. Hal ini disebabkan karena tubuh kekurangan oksigen untuk membakar gula menjadi energi. Berkurangnya jumlah oksigen di dalam darah disebabkan oleh menumpuknya gula di pembuluh darah sehingga alirannya melambat. Pada akhirnya jantung akan bekerja lebih keras (berdebar-debar), sakit kepala, mulut kering dan mudah merasa lelah.

Pada dasarnya gejala diabetes pada pria di atas dapat dicegah dengan pola makan yang sehat, mengurangi makanan yang manis, menghindari rokok dan alkohol serta rajin berolahraga. Kemudian jika Anda mengalami kegemukan, segeralah diet dengan mengurangi makanan berkalori, berlemak dan manis. Dengan begitu Anda akan terhindar dari resiko terkena diabetes.

Jika Anda merasa Anda atau teman Anda memiliki gejala-gejala tersebut maka cara terbaik adalah segera memeriksakan diri ke dokter. Dengan memeriksakan ke dokter, penyakit diabetes yang Anda derita dapat segera tertangani dan tidak akan bertambah parah.

Jumat, 31 Agustus 2012

10 Kebiasaan Penyebab Penyakit Diabetes


penyakitdiabetes.net. Pada awalnya, penyakit diabetes hanya diderita oleh kalangan atas. Namun seiring perkembangan zaman yang serba cepat dan instan membuat penyakit diabetes ini tidak hanya di derita oleh kalangan atas saja melainkan kalangan bawahpun sudah mulai terjangkit penyakit ini. Bahkan anak-anak muda sekarang sudah ada yang menderita penyakit berbahaya ini.

Ada banyak faktor penyebab terjadinya diabetes. Namun dari sejumlah penelitian dikemukakan bahwa faktor utama penyebab diabetes yaitu perubahan gaya hidup yang kurang sehat. Gaya hidup yang kurang sehat antara lain suka makan makanan cepat saji (fast food) seperti Mc Donald’s, KFC, Pizza Hut, dan lain-lain, makanan yang berlemak dan banyak mengandung gula seperti es krim, soft drink, permen dan aneka kue tart. Selain itu perilaku suka merokok, minum minuman beralkohol, kurang gerak dan kurang olahraga juga menjadi pemicu terjadinya diabetes.

Berikut ini ada 10 kebiasaan manusia yang menjadi penyebab diabetes, yaitu :

1. Merokok

Merokok merupakan salah satu kebiasaan yang tidak baik selain minum minuman beralkohol. Merokok dapat menjadi pemicu terjadinya diabetes. Selain merusak paru-paru, merokok juga dapat merusak hati dan pankreas dimana hormon insulin diproduksi sehingga dapat mengganggu produksi insulin di dalam kelenjar pankreas.

2. Kurang tidur

Kurang tidur dapat menyebabkan berkurangnya sistem kekebalan tubuh sehingga tubuh mudah terserang penyakit. Selain itu kebiasaan begadang sambil minum kopi dan merokok mempunyai resiko terkena penyakit diabetes. Oleh karena itu hindarilah kebiasaan begadang, istirahatlah secara cukup, yaitu 8 jam dalam sehari agar tubuh dapat fit kembali.

3. Makan terlalu banyak karbohidrat dari nasi atau roti

Perlu Anda ketahui bahwa tubuh mempunyai kemampuan yang terbatas dalam mengolah makanan yang Anda makan. Jika Anda makan terlalu banyak karbohidrat, maka tubuh akan menyimpannya dalam bentuk gula dalam darah (glikogen). Jika hal ini berlangsung setiap hari, maka dapat dibayangkan besarnya penumpukan glikogen yang disimpan dalam tubuh. Inilah pemicu awal terjadinya gejala diabetes.

4. Kurangnya aktivitas fisik

Gaya hidup naik mobil ketika berangkat kerja, naik lift ketika berada dikantor, duduk terlalu lama di depan komputer serta kurangnya aktivitas fisik lainnya membuat sistem sekresi tubuh berjalan lambat. Akibatnya terjadilah penumpukan lemak di dalam tubuh yang lambat laun berat badan menjadi berlebih.
Sebagai pencegahan, Anda dapat memperbanyak aktivitas fisik selama bekerja. Misalnya jalan kaki ketika berangkat ke kantor, naik tangga, melakukan senam ringan sehabis duduk terlalu lama dan lain-lain.

5. Stres

Stres juga dapat memicu terjadinya diabetes. Hal ini disebabkan karena kelenjar adrenal yang bertugas mengatur tingkat gula dalam darah menjadi tidak stabil karena stres. Akibatnya hormon insulin menjadi kewalahan dalam menstabilkan gula dalam darah.
Untuk menghindari stres, Anda dapat melakukan olahraga secara teratur dan makanan yang banyak mengandung vitamin seperti sayur-sayuran dan buah-buahan.

6. Umur

Umur juga dapat menjadi penyebab terjadinya diabetes. Biasanya orang yang telah berumur 40 tahun ke atas lebih beresiko terserang diabetes karena pada usia tersebut produksi insulin telah berkurang. Terlebih lagi jika orang tersebut mengalami masalah kegemukan sehingga kebutuhan insulin semakin besar padahal insulin yang dihasilkan tubuh sudah jauh berkurang.

7. Virus

Pada penderita diabetes yang berusia masih muda, biasanya penyebab terjadinya diabetes yaitu karena virus. Perlu Anda ketahui bahwa virus ini mampu merusak sel-sel penghasil insulin sehingga dapat menimbulkan peradangan pada kelenjar pankreas. Akibatnya hormon insulin tidak dapat keluar.

8. Minum minuman soda

Secara klinis minuman soda tidak baik untuk kesehatan karena soda bersifat basa sedangkan lambung kita bersifat asam sehingga dapat mengganggu enzim-enzim metabolisme tubuh. Selain itu kandungan gula yang berlebihan dalam minuman soda dapat memicu terjadinya diabetes.

9. Keturunan

Diabetes juga dapat disebabkan karena faktor keturunan atau genetika. Biasanya jika ada anggota keluarga yang menderita diabetes, maka kemungkinan besar anaknya juga menderita penyakit yang sama. Para ahli diabetes telah sepakat menentukan persentase kemungkinan terjadinya diabetes karena keturunan. Jika kedua orang tuanya (bapak dan ibu) menderita diabetes, maka kemungkinan anaknya menderita penyakit diabetes yaitu 83%. Jika salah satu orang tuanya (bapak atau ibu) adalah penderita diabetes, maka kemungkinan anaknya menderita penyakit diabetes yaitu 53%. Sedangkan jika kedua orang tuanya normal/tidak menderita diabetes, maka kemungkinan anaknya menderita penyakit diabetes yaitu 15%.

10. Terlalu banyak mengkonsumsi makanan yang mengandung gula

Akhir-akhir ini banyak sekali makanan dan minuman yang banyak mengandung gula seperti es krim, sirup, minuman dalam kemasan, permen, aneka jajanan kue dan lain-lain. Semua makanan dan minuman tersebut kadang tanpa kita sadari mengandung banyak gula. Yang patut diwaspadai adalah gula yang terkandung dalam makanan dan minuman tersebut tidak pernah kita ketahui berapa takarannya. Berbeda jika kita minum teh atau kopi buatan sendiri, yang sudah diketahui berapa sendok teh takarannya. Kita boleh minum teh manis dan kopi selama dalam batas yang wajar.
Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa ada beberapa faktor yang menyebabkan seseorang menderita penyakit diabetes, yaitu : pola makan yang salah, gaya hidup yang kurang sehat, umur, dan kelainan genetik. Sedapat mungkin kita harus mengurangi atau bahkan menghindari kebiasaan-kebiasaan buruk yang dapat memicu terjadinya diabetes.

Meskipun sakit datangnya dari yang Maha Kuasa, namun tidak ada salahnya jika kita mengenal penyebab terjadinya diabetes agar suatu saat kita dapat terhindar dari penyakit berbahaya tersebut. Kemudian bagi teman-teman dan keluarga kita yang dapat berpotensi menderita diabetes, untuk segera kita ingatkan agar selalu bergaya hidup sehat dan menghindari kebiasaan-kebiasaan buruk yang dapat menyebabkan diabetes, sebelum terlambat.

Selasa, 21 Agustus 2012

Tips Mencegah Penyakit Gagal Ginjal


tipsanda.com. “Ginjal adalah sebuah organ kecil tetapi penting yang terletak di dalam tubuh, namun mempunyai fungsi yang kompleks dan bekerja secara otomatis. Ginjal berfungsi sebagai alat filtrasi, yaitu mengeluarkan kelebihan garam, asam, air dan asam”, demikian diungkapkan oleh dr. Djoko Santoso, SpPD, K-GH, Phd. Ginjal dianggap mengalami kegagalan secara mendadak atau biasa disebut acute renal failure kalau ginjal tersebut tidak bisa berfungsi secara mendadak. Gagal ginjal mendadak biasanya dapat disembuhkan dengan obat, dialisa atau cuci darah. Kalau pembersihan ginjal seperti ini berhasil, biasanya penderita akan sembuh kembali dan ginjal akan berfungsi secara normal. Namun gagal ginjal pada umumnya terjadi secara bertahap selama bertahun-tahun. Sehingga apabila tanda-tanda tersebut dapat diketahui secara dini, penderita bisa mendapatkan bantuan. Berikut ini akan dibahas Tips kupas tuntas mencegah penyakit ginjal:

A. Mengenali Gejala Gagal Ginjal. 

Penyakit ginjal sering menyerang tanpa adanya keluhan sama sekali dari penderitanya. Penyebab gagal ginjal yang utama disebabkan oleh diabetes, sedangkan penyebab gagal ginjal yang kedua adalah penyakit genetik seperti kelainan kekebalan, cacat lahir dan sebab-sebab lainnya. Berikut ini adalah gejal-gejala penting yang berkaitan dengan menurunnya daya kerja ginjal yang berpotensi menjadi penyakit gagal ginjal:

1. Penimbunan Sampah Dalam Darah. Hal ini ditandai dengan kelelahan, sekujur tubuh terasa sakit-sakitan, gatal, kram, mudah lupa, susah tidur, mual-mual, tidak ada nafsu makan, daya tahan tubuh terhadap infeksi sangat berkurang.

2. Masalah Keseimbangan Cairan. Penimbunan cairan dengan tanda-tanda pergelangan kaki an juga wajah membengkak. Sebaliknya, pengeringan cairan bisa ditandai dengan mata yang sangat cekung, mulut kering, hampir tidak ada lendir dalam mulut.

3. Gangguan Hormon. Dengan berkurangnya daya kerja ginjal bisa menyebabkan ginjal menghasilkan lebih banyak hormon atau ekstra hormon. Akibatnya, akan menambah hormon tekanan darah. Sebaliknya, hormaon-hormon yang lain menjadi berkurang produksinya. Hal ini menyebabkan tubuh kekurangan darah, lelah dan juga tulang rapuh.

B. Mencegah Gagal Ginjal. 

Seseorang yang diyakini mempunyai gejala sakit ginjal tidak perlu risau. Kehidupan normal masih tetap dapat dijalani dengan baik. Bahkan dianjurkan untuk tetap berolah raga dengan teratur dan makan dengan makanan yang wajar. Untuk menghindari rusaknya ginjal, Anda bisa mencegahnya melalui cara-cara berikut ini:

1. Olah Raga. Lakukan olah raga secara rutin dan teratur. Olah raga yang teratur -tidak terlalu berat- akan lebih berdampak positif bagi tubuh dibandingkan dengan olah raga berat namun tidak teratur. Misalnya Anda bisa melakukan jalan santai setiap pagi atau bersepeda 1-2 jam setiap minggu.

2. Berhenti Merokok. Dilihat dari sudah pandang manapun merokok akan selalu merugikan tubuh Anda.Karena rokok dengan kandungan nikotinnya dalam proses jangka waktu lama akan merusak organ-organ penting tubuh Anda, baik paru-paru, kulit, jantung maupun ginjal.

3. Kurangi Makanan Berlemak. Makanan berlemak akan menyebabkan kandungan kolesterol dalam darah Anda meningkat.

4. Berat Badan. Perhatikan berat badan sehingga Anda dapat terhindar dari obesitas.

5. Konsumsi Air Putih. Mengonsumsi air putih yang cukup, menghidari konsumsi jamu atau herbal yang tidak jelas, menghidari konsumsi obat-obatan secara sembarangan (tanpa resep dokter) merupakan hal sederhana yang bisa Anda lakukan untuk mengurangi potensi munculnya penyakit ginjal.

6. General Checkup. Gagal ginjal juga dapat dicegah melalui pemeriksaan kesehatan (medical checkup) secara rutin, termasuk pemeriksaan urin dan darah. Memeriksakan gangguan ginjal seperti kencing batu, prostat dapat mecegah munculnya gagal ginjal.

Senin, 20 Agustus 2012

Setiap Orang Dapat Mengidap Penyakit Diabetes Mellitus


medicastore.com. Diabetes mellitus adalah suatu penyakit dimana kadar glukosa (gula sederhana) di dalam darah tinggi karena tubuh tidak dapat melepaskan atau menggunakan insulin secara cukup. Insulin adalah hormon yang dilepaskan oleh pankreas, yang bertanggungjawab dalam mempertahankan kadar gula darah yang normal. Insulin memasukkan gula ke dalam sel sehingga bisa menghasilkan energi atau disimpan sebagai cadangan energi.

Nah, berapa kadar gula darah yang disebut tinggi? Menurut kriteria diagnostik PERKENI (Perkumpulan Endokrinologi Indonesia) 2006, seseorang dikatakan menderita diabetes jika memiliki kadar gula darah puasa >126 mg/dL dan pada tes sewaktu >200 mg/dL. Kadar gula darah sepanjang hari bervariasi dimana akan meningkat setelah makan dan kembali normal dalam waktu 2 jam.

Kadar gula darah yang normal pada pagi hari setelah malam sebelumnya berpuasa adalah 70-110 mg/dL darah. Kadar gula darah biasanya kurang dari 120-140 mg/dL pada 2 jam setelah makan atau minum cairan yang mengandung gula maupun karbohidrat lainnya. Kadar gula darah yang normal cenderung meningkat secara ringan tetapi progresif (bertahap) setelah usia 50 tahun, terutama pada orang-orang yang tidak aktif bergerak.

Peningkatan kadar gula darah setelah makan atau minum merangsang pankreas untuk menghasilkan insulin sehingga mencegah kenaikan kadar gula darah yang lebih lanjut dan menyebabkan kadar gula darah menurun secara perlahan. Ada cara lain untuk menurunkan kadar gula darah yaitu dengan melakukan aktivitas fisik seperti berolahraga karena otot menggunakan glukosa dalam darah untuk dijadikan energi.

Banyak orang yang masih mengganggap penyakit diabetes merupakan penyakit orang tua atau penyakit yang hanya timbul karena faktor keturunan. Padahal, setiap orang dapat mengidap diabetes, baik tua maupun muda, termasuk Anda. Namun, yang perlu anda pahami adalah anda tidak sendiri.

Menurut data WHO, Indonesia menempati urutan ke-4 terbesar dalam jumlah penderita Diabetes Mellitus di dunia. Pada tahun 2000 yang lalu saja, terdapat sekitar 5,6 juta penduduk Indonesia yang mengidap diabetes. Namun, pada tahun 2006 diperkirakan jumlah penderita diabetes di Indonesia meningkat tajam menjadi 14 juta orang, dimana baru 50 persen yang sadar mengidapnya dan di antara mereka baru sekitar 30 persen yang datang berobat teratur.

Sangat disayangkan bahwa banyak penderita diabetes yang tidak menyadari dirinya mengidap penyakit yang lebih sering disebut penyakit gula atau kencing manis. Hal ini mungkin disebabkan minimnya informasi di masyarakat tentang diabetes terutama gejala-gejalanya. Sebagian besar kasus diabetes adalah diabetes tipe 2 yang disebabkan faktor keturunan. Tetapi faktor keturunan saja tidak cukup untuk menyebabkan seseorang terkena diabetes karena risikonya hanya sebesar 5%. Ternyata diabetes tipe 2 lebih sering terjadi pada orang yang mengalami obesitas alias kegemukan akibat gaya hidup yang dijalaninya.

Rabu, 15 Agustus 2012

Informasi Tentang Penyakit Stroke


medicastore.com. Stroke termasuk penyakit serebrovaskuler (pembuluh darah otak) yang ditandai dengan kematian jaringan otak (infark serebral) yang terjadi karena berkurangnya aliran darah dan oksigen ke otak. Berkurangnya aliran darah dan oksigen ini bisa dikarenakan adanya sumbatan, penyempitan atau pecahnya pembuluh darah.

WHO mendefinisikan bahwa stroke adalah gejala-gejala defisit fungsi susunan saraf yang diakibatkan oleh penyakit pembuluh darah otak dan bukan oleh yang lain dari itu.

Stroke dibagi menjadi dua jenis yaitu: stroke iskemik maupun stroke hemorragik.

Stroke iskemik yaitu tersumbatnya pembuluh darah yang menyebabkan aliran darah ke otak sebagian atau keseluruhan terhenti. 80% stroke adalah stroke Iskemik. Stroke iskemik ini dibagi menjadi 3 jenis, yaitu :

Stroke Trombotik: proses terbentuknya thrombus yang membuat penggumpalan.
Stroke Embolik: Tertutupnya pembuluh arteri oleh bekuan darah.
Hipoperfusion Sistemik: Berkurangnya aliran darah ke seluruh bagian tubuh karena adanya gangguan denyut jantung.
Stroke hemoragik adalah stroke yang disebabkan oleh pecahnya pembuluh darah otak. Hampir 70% kasus stroke hemoragik terjadi pada penderita hipertensi.

Stroke hemoragik ada 2 jenis, yaitu:

1. Hemoragik Intraserebral: pendarahan yang terjadi didalam jaringan otak.
2. Hemoragik Subaraknoid: pendarahan yang terjadi pada ruang subaraknoid (ruang sempit antara permukaan otak dan lapisan jaringan yang menutupi otak).
Tanda dan Gejala-gejala Stroke

Berdasarkan lokasinya di tubuh, gejala-gejala stroke terbagi menjadi berikut:

Bagian sistem saraf pusat : Kelemahan otot (hemiplegia), kaku, menurunnya fungsi sensorik
Batang otak, dimana terdapat 12 saraf kranial: menurun kemampuan membau, mengecap, mendengar, dan melihat parsial atau keseluruhan, refleks menurun, ekspresi wajah terganggu, pernafasan dan detak jantung terganggu, lidah lemah.
Cerebral cortex: aphasia, apraxia, daya ingat menurun, hemineglect, kebingungan.
Jika tanda-tanda dan gejala tersebut hilang dalam waktu 24 jam, dinyatakan sebagai Transient Ischemic Attack (TIA), dimana merupakan serangan kecil atau serangan awal stroke.

Faktor Penyebab Stroke

Faktor resiko medis, antara lain Hipertensi (penyakit tekanan darah tinggi), Kolesterol, Aterosklerosis (pengerasan pembuluh darah), Gangguan jantung, diabetes, Riwayat stroke dalam keluarga, Migrain.

Faktor resiko perilaku, antara lain Merokok (aktif & pasif), Makanan tidak sehat (junk food, fast food), Alkohol, Kurang olahraga, Mendengkur, Kontrasepsi oral, Narkoba, Obesitas.

80% pemicu stroke adalah hipertensi dan arteriosklerosis, Menurut statistik. 93% pengidap penyakit trombosis ada hubungannya dengan penyakit tekanan darah tinggi.

Pemicu stroke pada dasarnya adalah, suasana hati yang tidak nyaman (marah-marah), terlalu banyak minum alkohol, merokok dan senang mengkonsumsi makanan yang berlemak.

Derita Pasca Stroke

Sudah Jatuh tertimpa Tangga Pula, peribahasa itulah yang tepat bagi penderita Stroke.

Setelah stroke, sel otak mati dan hematom yg terbentuk akan diserap kembali secara bertahap. Proses alami ini selesai dlm waktu 3 bulan. Pada saat itu, 1/3 orang yang selamat menjadi tergantung dan mungkin mengalami komplikasi yang dapat menyebabkan kematian atau cacat

Diperkirakan ada 500.000 penduduk yang terkena stroke. Dari jumlah tersebut:

1/3 --> bisa pulih kembali,
1/3 --> mengalami gangguan fungsional ringan sampai sedang,
1/3 sisanya --> mengalami gangguan fungsional berat yang mengharuskan penderita terus menerus di kasur.
Hanya 10-15 % penderita stroke bisa kembali hidup normal seperti sedia kala, sisanya mengalami cacat, sehingga banyak penderita Stroke menderita stress akibat kecacatan yang ditimbulkan setelah diserang stroke.

Akibat Stroke lainnya:

80% penurunan parsial/ total gerakan lengan dan tungkai.
80-90% bermasalah dalam berpikir dan mengingat.
70% menderita depresi.
30 % mengalami kesulitan bicara, menelan, membedakan kanan dan kiri.
Stroke tak lagi hanya menyerang kelompok lansia, namum kini cenderung menyerang generasi muda yang masih produktif. Stroke juga tak lagi menjadi milik warga kota yang berkecukupan , namun juga dialami oleh warga pedesaan yang hidup dengan serba keterbatasan.

Hal ini akan berdampak terhadap menurunnya tingkat produktifitas serta dapat mengakibatkan terganggunya sosial ekonomi keluarga. Selain karena besarnya biaya pengobatan paska stroke , juga yang menderita stroke adalah tulang punggung keluarga yang biasanya kurang melakukan gaya hidup sehat, akibat kesibukan yang padat.

Stroke sangat dapat dicegah, 
Hampir 85% dari semua stroke dapat DICEGAH ,

Karena Ancaman stroke hingga merenggut nyawa dan derita akibat stroke. Hidup BEBAS tanpa STROKE merupakan dambaan bagi semua orang.

Tak heran semua orang selalu berupaya untuk mencegah Stroke atau mengurangi faktor risiko dengan menerapkan pola hidup sehat, olahraga teratur, penghindari stress hingga meminum obat atau suplemen untuk menjaga kesehatan pembuluh darah hingga dapat mencegah terjadinya Stroke.

Selasa, 14 Agustus 2012

Penyakit Radang Telinga


Solopos.com. Telinga terasa nyeri saat dipegang perlu diwaspadai, bisa saja itu merupakan gejala radang telinga. Radang telinga memang kadang disertai ciri-ciri bengkak dan gangguan pendengaran pada bagian telinga dalam.

Gejala pada penyakit ini berbeda-beda. Radang telinga tengah dalam bahasa medisnya disebut acute otitis media. Menurut dokter spesialis THT, Supriyati, penyakit itu merupakan infeksi atau peradangan yang disebabkan virus maupun bakteri.

“Penyebabnya akan memengaruhi telinga bagian tengah, ruang berisi udara di belakang gendang telinga,” katanya kepada Harian Jogja, Selasa (24/7).

Penyebab radang telingan bisa diketahui berdasarkan gejala-gejalanya. Menurutnya, dua jenis radang telinga yakni otitis eksterna dan otitis media. Karena itu penyebab sakit telinga tersebut memiliki gejala yang berbeda.

Gangguan yang menyerang bagian dalam telinga, lanjutnya, biasa terjadi pada anak-anak. Tetapi, faktor kebersihan dan serangan bakteri maupun virus yang ada tidak menutup kemungkinan penyakit akan menyerang orang dewasa.

Gejala-gejala otitis eksterna yakni nyeri kecil dengan rasa panas seperti terbakar, bengkak dan terasa buntu. Sementara gejala paling umum pada otitis media yakni demam, kehilangan kepekaan terhadap suara, nyeri dan terasa tidak nyaman pada telinga. Pada penderita anak-anak, jenis radang telinga akan juga disertai diare, nafsu makan berkurang, dan rewel.

Berada di bagian dalam gendang telinga, radang telinga menyebabkan rasa nyeri yang kuat. Nyeri itu menurut Supriyati karena peradangan dan juga penumpukan cairan di dalam telinga bagian tengah. “Keluhannya nyeri di telinga, entah karena luka, bengkak, ataupun efek dari penyakit sekitar THT,” jelas dokter di RS Jogja itu.

Disampaikan juga, serangan bagian dalam telinga bisa terjadi akibat penyakit lain seperti influenza maupun demam. Pada penderita influenza akut kadangkala menyebabkan pembengkakan pada saluran hidung, tenggorokan, dan tabung eustachius atau lubang hidung bagian belakang.

Menurut Supriyati, radang yang banyak terjadi pada anak-anak itu bisa diketahui dari beberapa ciri atau efek yang ditimbulkannya. Efek tersebut misalnya anak susah tidur dan rewel, kurang bisa mendengarkan saat diajak bicara, merasa pusing, sakit tenggorokan, hingga nafsu makan menurun.

Ketika diperiksakan ke dokter biasanya sakitnya sudah cukup parah. Supriyati menyampaikan, pertolongan pertama untuk pengobatan akan diberikan dengan meneteskan obat khusus dengan dosis tertentu. “Ada obat tertentu, untuk anak-anak maupun dewasa. Obat cairan biasanya diteteskan sekaligus antibiotik,” terang dia.

Pengobatan selanjutnya disesuaikan dengan penyebab dari penyakit. Jika penyakit disebabkan bakteri atau virus, dibutuhkan antibiotik guna membunuh bakteri dan virus yang menyebabkan peradangan telinga. Antibiotik yang diberikan pun harus disesuaikan dengan virus atau bakteri penyebabnya.

Gejala Radang Telinga

- Sakit telinga, disebabkan adanya tekanan dari cairan yang terkumpul di dalam telinga tengah pada gendang telinga

- Demam tinggi, kadang disertai diare

- Selera makan turun atau hilang, karena telinganya sakit pada saat mengunyah dan menelan

- Keluarnya cairan dari lubang telinga yang menandai robeknya gendang telinga akibat tekanan cairan

- Peradangan umumnya juga disertai dengan demam, mual-mual, muntah, dan sakit kepala

Diolah dari berbagai sumber

Rabu, 08 Agustus 2012

Diabetes Dapat Meningkatkan Resiko Penyakit Alzheime


Diabetes melitus berpengaruh pada seluruh bagian tubuh, termasuk otak. Riset-riset terbaru menunjukkan diabetes melitus (DM) memperlambat fungsi mental dan meningkatkan risiko penyakit Alzheimer. Komplikasi yang terjadi di otak ini hanyalah satu alasan mengapa kita wajib mengontrol diabetes.

Para ilmuwan sebenarnya belum mengetahui dengan jelas bagaimana diabetes tipe 2 memengaruhi otak karena ada banyak faktor yang terlibat. "Kadar gula darah yang tinggi mungkin berdampak langsung pada sel-sel saraf atau sel suport di sistem saraf. Hal tersebut juga memicu kerusakan pada pembuluh darah besar dan kecil. Akibat lainny adalah mengurangi pasokan oksigen ke otak sehingga meningkatkan risiko stroke," kata Alan Jacobson, profesor emeritus psikiatri dari Harvard Medical School.

Diabetes melitus diawali dengan resistensi insulin di mana lemak, otot dan sel-sel liver tidak bisa memakai insulin. Pada awalnya pankreas merespon reaksi itu dengan memompa lebih banyak insulin. Enzim yang sama yang memecah insulin juga memecah protein yang disebut beta-amyloid, yang terbentuk secara abnormal pada otak penderita Alzheimer. Makin banyak enzim yang bekerja memecah insulin, makin besar pula akumulasi beta-amyloid.

Studi yang dilakukan di Swedia menemukan peningkatan risiko Alzheimer pada orang-orang yang menderita DM di usia pertengahan. Risiko Alzheimer pada orang yang menderita diabetes di usia 65 tahun lebih kecil. "Makin lama Anda menderita DM, makin tinggi risikonya terkena Alzheimer's,' kata Margaret Gatz, profesor psikologi dari University Southern California, AS. (Sumber: msnbc)

Jumat, 13 Juli 2012

Kurang Tidur Dapat Memicu Diabetes


Orang yang selalu kurang tidur akan menghadapai konsekuensi yang lebih besar daripada kelelahan dan sulit berkosentrasi. Menurut penelitian, kebiasaan kurang tidur dalam jangka panjang meningkatkan risiko obesitas dan diabetes tipe 2. Para ilmuwan menyelediki alasan di balik peningkatan risiko tersebut. Beberapa riset menunjukkan bahwa pola tidur kita berpengaruh pada kadar gula darah, hormon yang mengontrol nafsu makan, bahkan persepsi otak akan makanan berkalori tinggi.

Sebuah penelitian berskala kecil yang dimuat dalam jurnal The Annals of Internal Medicine menambahkan bukti, terutama pada level seluler. Kurang tidur ternyata mengurangi kemampuan sel lemak untuk merespon insulin, hormon yang mengatur metabolisme dan berperan besar pada diabetes.

Dalam penelitian para partisipan diminta tidur 8 malam di laboratorium tidur. Selama 4 malam pertama mereka tidur dengan jam normal, lalu 4 malam berikutnya jam tidur mereka hanya dibatasi 4,5 jam. Ternyata, setelah 4 malam kurang tidur, sensitivitas insulin para responden turun 16 persen. Lebih lanjut, sensitivitas insulin sel lemak turun sampai 30 persen pada level yang biasa dialami oleh orang obesitas atau diabetes. "Sel lemak memerlukan tidur, dan jika jam tidur kekurangan secara metabolik mereka akan terganggu," kata Matthew Brady, peneliti senior.

Bila resitensi insulin yang tadinya sementara ini menjadi sering terjadi, maka kelebihan gula darah dan kolesterol akan berakumulasi di aliran darah sehingga memicu diabetes dan penyakit jantung. Brady mengatakan belum diketahui bagaimana sel lemak mengenali jika kita kurang tidur. Kemungkinan karena kurang tidur akan memberikan respon stres tubuh sehingga terjadi pelepasan stres hormon kortisol dan neropinehrine, yang berkaitan dengan resistensi insulin. (kompas.com)