Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan
Jumat, 05 Oktober 2012
Belajar dari Albert Einstein
Kegagalan Bukan Akhir Dunia
Kalo ngelihat dari tagline judulnya, saya yakin bahwa sebagian besar orang yang membacanya akan berpikir bahwa pernyataan tersebut udah nggak up to date lagi. Udah banyak yang sering membicarakan tentang hal tersebut, tapi yang namanya hidup di dunia yang keras ini kita emang harus selalu saling mengingatkan. Ibaratnya seperti pisau yang semakin diasah yah semakin tajam.
Balik membahas tentang kegagalan, mari kita ambil contoh Albert Einstein. Kisah singkat tentang perjalananan hidupnya mungkin bisa sebagai bahan cerita yang dapat memberikan kita motivasi. Seseorang yang sering mengalami kegagalan di masa mudanya namun berakhir sebagai salah satu genius sepanjang masa.
Tahu apa rahasianya? Dia tidak pernah menyerah.
"Pemenang tidak pernah berhenti dan mereka yang berhenti tidak akan pernah menang."
Saat mencoba mendaftar di Eidgenosische Technische Hochschule (ETH) untuk mendapatkan diploma Electric Engineer-nya, Einstein ternyata gagal dalam ujian masuk. Tapi dia tidak berhenti disitu, Einstein kemudian memilih melanjutkan sekolahnya di Aarau.
"Jangan biarkan sejarah masa lalumu membunuh takdir masa depanmu."
Siapa yang bisa menyangka ternyata pada masa-masa awal dia bersekolah, Einstein bahkan pernah dianggap oleh beberapa guru mengalami gangguan mental. Itu karena dia selalu saja berdiam diri, duduk di belakang kelas sembari tersenyum-senyum sendiri.
"Orang-orang tidak gagal, mereka hanya berhenti untuk mencoba."
Pada tahun 1900 ketika Albert Einstein telah lulus dari Polytechnic dan mendapatkan diploma guru Matematika dan Fisika, dia menghabiskan masa frustasi dua tahun setelahnya untuk mencari pekerjaan yang tak kunjung di dapatnya. Namun lihatlah, pada tahun 1908 dia bahkan dianggap sebagai seorang pemimpin di bidang sains. Dan tahun-tahun berikutnya dia menjadi professor di beberapa universitas. Dan hingga masa sekarang ini, siapa sih yang nggak mengenal Albert Einstein?
Merujuk dari kegagalan Einstein hingga kesuksesannya yang luar biasa, kenapa kita tidak bisa menjadi seperti dia? Menjadikan kegagalan sebagai kunci penyemangat menggapai kesuksesan kita. Memandang kegagalan itu sebagai sebuah celah, hingga yang dapat memisahkannya dengan keberhasilan hanyalah dari cara kita memandang dan tindakan yang akan kita ambil mengenainya. Hal itulah yang akan membuat perbedaan.
Kegagalan itu sebenarnya bukan ketika kita jatuh, akan tetapi ketika kita tidak pernah lagi berdiri setelah terjatuh.
Kata-Kata Bijak:
“Hidup itu seperti bersepeda. Untuk tetap menjaga keseimbangan, kamu harus tetap bergerak."
Albert Einstein
"Belajar dari hari kemarin, hidup untuk hari ini, berharap untuk hari esok. Dan yang terpenting adalah jangan pernah berhenti bertanya-tanya."
Albert Einstein
(sumber: 1001motivations.blogspot.com)
Jumat, 28 September 2012
Kisah Motivasi Bisnis
Kisah Motivasi Dalam Persaingan Bisnis
Untuk postingan artikel blog Kisah Motivasi kali ini, saya akan menceritakan sebuah pengalaman pribadi. Dalam bisnis misalnya anda meluncurkan sebuah produk baru, namun tiba-tiba pesaing anda meng-copy ide ini dan merebut semua klien. Ada kemungkinan anda akan merasa kesal bukan? Atau mungkin tiba-tiba anda kehilangan kepercayaan diri, atau mulai timbul kekhawatiran untuk kembali meluncurkan ide-ide lainnya.
Tapi coba simak dulu pengalaman yang saya alami ini.
Dalam sebuah rapat kami membahas manuver terbaru yang harus kami laksanakan untuk lebih memajukan perusahaan. Belum berhasil menemukan suatu ide yang benar-benar tokcer, kami semua keluar dari ruang rapat dengan benak yang sibuk mencari-cari.
Pada hari itu juga, saya melakukan suatu survey dan riset kecil terhadap perusahaan, dan dalam beberapa hari akhirnya saya menemukan ide yang baik menurut saya. Namun sebelum melakukan presentasi pada atasan, saya yang memang agak sedikit tegang mencoba untuk berlatih sedikit. Dan meminta salah satu rekan kerja saya sebagai audiencenya. Saya sebenarnya sangat mempercayai dia, jadi tidak sedikit pun timbul kecurigaan ketika melakukan latihan presentasi di hadapannya. Tapi kemudian saya sadari itu adalah salah satu kesalahan saya. Dia memang cukup dekat dengan atasan, jadi tidak mesti berlama-lama, dia langsung menceritakan ide saya itu dan mengambil kredit terhadapnya. Ide yang langsung disetujui, diterapkan oleh perusahaan, dan di akhiri dengan kenaikan jabatan untuk rekan saya atas 'ide cemerlangnya' itu.
Jujur saya kesal waktu itu terjadi. Saya mencoba menanyakan hal itu padanya, dan dia hanya menjawab ringan "Maaf, keceplosan ngomong sama bos...", "Tapi kan kamu bisa bilang itu ide saya?" dia hanya diam.
Lalu kalau ditanya kenapa saya tidak menceritakan hal ini pada atasan? Saya mungkin akan dibilang terlalu naif kalau menjawab, "Yah sudahlah, toh ide saya ini berhasil, perusahaan semakin maju. Itu sudah cukup buat saya."
Namun dalam pemikiran saya terlintas hal seperti ini:
Pesaing-pesaing bisnis yang meniru ide atau produk anda itu, tidak lebih hanya seperti sebuah refleksi dari anda, sebuah bayangan. Refleksi yang hanya dapat melihat secara dua dimensi dari diri anda. Sementara untuk semua pemikiran dan perjalanan yang harus anda lalui adalah sesuatu yang tidak pernah mereka alami. Sementara kita semua ini kan belajar dari pengalaman-pengalaman dalam perjalanan hidup, bukannya dari tujuan hidup kita. Jadi seberapa suksesnya pun peniru anda, ada satu sisi dari ide itu yang takkan pernah bisa mereka tiru.
Experience.
Kesal? Itu adalah hal yang manusiawi menurut saya. Namun selain itu, saya juga justru merasa kasihan terhadapnya. OK, he's got better position now, tapi sejujurnya dia justru hanya berjalan di tempat. Atau seperti menggunakan pintu kemana sajanya Doraemon, yang langsung tiba di tujuan, sehingga dia tidak meninggalkan jejak-jejak sepanjang perjalanan menuju tujuan itu sendiri.
Sedangkan saya? Otak saya kan tidak hanya akan berhenti sampai disitu. Saya masih bisa menghasilkan beberapa ide-ide lainnya. Dan selama saya terus memiliki pengalaman-pengalaman berharga, saya akan terus berjalan maju. Saya masih bisa menciptakan perubahan yang lain, sesuatu yang tidak bisa dilakukan oleh rekan yang meniru saya itu.
Kata Motivasi :
Ada dua jalan untuk menyebarkan cahaya.
Menjadi lilin atau menjadi cermin yang mengrefleksikannya.
Author: Amx
(sumber; 1001motivations.blogspot.com)
Langganan:
Postingan (Atom)