Tampilkan postingan dengan label Kesehatan Otak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan Otak. Tampilkan semua postingan

Senin, 12 November 2012

Cara Meningkatkan Kecerdasan

Meningkatkan kecerdasan anak tidak harus ditempuh dengan cara yang rumit dan kompleks, banyak pilihan cara yang lebih sederhana dan menyenangkan. Berikut ini 5 langkah mudah yang bisa dilakukan untuk mengembangkan kognitif anak Anda menurut Jamie Loehr, M.D. dan Jen Meyers dalam bukunya berjudul Raising Your Child :

Rutin membaca 20 menit setiap hari
Di usia 12 – 18 bulan merupakan fase penyerapan informasi bagi anak. Manfaatkan moment ini untuk memberikan input lebih banyak dengan membaca bersama, lakukan minimal 20 menit setiap harinya.

Perkenalkan tentang bentuk, warna dan angka
Ajarkan si kecil tentang bentuk benda, warna dan angka setiap saat. Sebagai contoh, ketika si anak sedang memegang bola, katakan “ini bola bentuknya bulat dan berwana biru”. Ketika sedang membereskan mainannya, masukan setiap mainan ke dalam tempatnya sambil ajari dia berhitung “ satu, dua, tiga” dan seterusnya.

Mengenal bagian tubuh
Ajarkan anak Anda nama-nama bagian tubuhnya. Sambil menyebutkan, tunjuklah bagian tubuh yang dimaksud misalnya mata, hidung, kaki, tangan dan bagian tubuh lainnya.

Berikan instruksi
Anak akan merasa senang jika berhasil mengikuti instruksi dari orang tuanya. Berikan instruksi mudah seperti misal memintanya untuk menutup pintu atau mengembalikan mainan ke tempatnya.

Memilih mainan kesukaannya
Ajak anak Anda ke toko mainan, lihat buku katalog bersama-sama lalu minta si anak untuk memilih mainannya sendiri. Setelah itu, ajak anak Anda untuk mencari dan menemukan mainan yang dia pilih.


Sumber : parkirgratis.com

Senin, 17 September 2012

Jaga Kesehatan Otak Dengan Meditasi


Doktersehat.com.  Dalam penelitian untuk pengembangan kesehatan melalui proses meditasi, hasilnya adalah mereka yang menjalani terapi meditasi sekian lama, mampu mengatasi berbagai macam penyakit dengan bermodalkan kemampuan tubuh dan pikirannya. Pada para praktisi tingkat tinggi bahkan kemampuan penyembuhan bisa dilakukan dengan niat atau kehendak dari otak dan menjalankan pranayama (pernafasan)

Tim, studi yang dibiayai oleh dana dari National Institutes of Health, menggunakan pencitraan magnetik resonansi fungsional (fMRI) untuk memeriksa aliran darah di daerah otak yang berkaitan dengan fokus dan ketenangan pada semua peserta dalam penelitian ini. Para relawan dalam penelitian diminta untuk melakukan praktek latihan meditas selama 2 minggu dengan dibimbing seorang praktisi. Sedangkan relawan lainnya mempraktekkan senam kesehatan, setiap harinya selama 2 minggu pula.

Hasil penelitian didapatkan perbedaan antara dua kelompok didapatkan hasil yang agak berbeda. Kesamaannya adalah ada peningkatan stamina dan daya tahan tubuh dari dua kelompok relawan setelah menjalani tes ini “Ini menunjukkan bahwa praktek meditasi dan olahraga secara teratur dapat meningkatkan kapasitas fisik terutama untuk kesehatan,” kata Adreas salah seorang peneliti kepada wartawan. “Hanya saja kami menemukan, pada kelompok yang melakuakn praktek meditasi kemampuan fisik dan imunnya meningkat secara signifikan, ditambah pula dengan pencapaian ketenangan batin dan kemampuan pikiran yang tajam, dan ini tidak terjadi jika seseorang hanya mempraktekkan senam biasa, “

meditasi Zen adalah latihan untuk fokus secara sadar, dan berkonsentrasi pada jalannya nafas, dan inilah fokus perhatian yang membantu pikiran untuk melepaskan pikiran lain dari berbagai pikiran yang mengganggu yang mencoba untuk masuk masuk dalam otak, Seorang praktisi meditasi Zen mampu mengontrol pikirannya dan berdampak pada ketangan jiwa dan kesehatan. Stress ternyata berpengaruh sekali terhadap kesehatan, dengan meditasi tingkat stress dapat diminimalkan dan hal ini berpengaruh terhadap kesehatan.

Sebuah riset terbaru mengindikasikan, melakukan meditasi kesadaran (mindfullness meditation) meskipun hanya beberapa saat setiap hari dapat meningkatkan kesehatan otak.

Seperti dipublikasikan  jurnal Proceeding of the National Academy of Sciences, Yi-Tang Yuan dan Michael Posner, dua ilmuwan yang fokus mengamati penyakit mental, mengungkapkan bahwa berlatih meditasi selama 11 jam (bahkan untuk pemula) memberikan efek positif pada otak, meningkatkan konektivitas dan efisiensi.

“Perubahan fisik yang mencolok menunjukkan bahwa meditasi jangka pendek dapat meningkatkan pengendalian diri, suasana hati (mood), stres dan kekebalan,” kata Posner, seorang profesor emeritus dari University of Oregon, Eugene.

Tang, rekan peneliti, sebelumnya telah mengembangkan teknik meditasi yang disebutintegrative body-mind training (IBMT) pada pertengahan tahun 1990-an yang didasarkan pada pengobatan tradisional Cina, yakni Taoisme, dan Konfusianisme.  Tidak seperti teknik meditasi lain yang fokus pada pengendalian pikiran dan butuh latihan jangka panjang, . Teknik ini justru berfokus pada kesadaran tubuh dan pikiran, seperti postur tubuh dan pernapasan. Menurut Tang, dengan bantuan instruktur yang tepat, seseorang dapat mempelajari teknik ini hanya dalam lima hari.

Dalam kajiannya, peneliti melibatkan 68 mahasiswa Dalian University of Technology Cina yang direkrut secara acak. Peserta melakukan teknik meditasi IBMT, yang melibatkan konsentrasi terfokus, atau kelompok latihan relaksasi. Tak satu pun dari siswa mendapat pelatihan sebelumnya dalam meditasi. Para siswa bermeditasi selama sekitar setengah jam sehari selama sebulan.

Pada kelompok meditasi terfokus, peneliti melihat perubahan dalam materi putih di bagian jaringan otak yang berhubungan dengan pengaturan diri, atau biasa disebut anterior cingulate cortex.Perubahan materi putih di otak terjadi meskipun peserta hanya melakukan meditasi dalam waktu singkat. Sedangkan perubahan tidak terjadi pada kelompok yang fokus latihannya berorientasi pada relaksasi.

Peneliti mengatakan, perlu dilakukan kajian lebih lanjut apakah beragam gangguan mental sepertiattention-deficit hyperactivity disorder (ADHD), kecemasan, depresi, skizofrenia dan gangguan kepribadian, juga terkait dengan masalah pada bagian otak yang disebut anterior cingulate cortex.

Sebuah riset yang terpisah yang dipublikasikan tahun lalu menemukan bahwa seseorang yang berpartisipasi dalam program meditasi selama delapan minggu mengalami perubahan di daerah otak yang berhubungan dengan memori, kesadaran diri, empati, dan stres.


Senin, 10 September 2012

Internet Dapat Meningkatkan Fungsi Otak Manusia


DokterSehat. Berselancar di dunia maya (internet) ternyata bisa meningkatkan fungsi otak dan memperkecil kemungkinan kehilangan memori ingatan. Setidaknya ini terbukti pada orang dewasa berusia sekitar 50 tahun ke atas. Hasil penelitian terbaru tim peneliti psikiater dan peneliti saraf University of California Los Angeles (UCLA) menunjukkan, penggunaan internet pada orang berusia tua bisa meningkatkan fungsi kognitif.

Situs National Geographic News dan harian the Telegraph, Selasa (20/10), yang mengutip hasil penelitian itu, menyebutkan bahwa tim UCLA membandingkan 24 orang dewasa usia 55-78 tahun yang sama sekali belum pernah membuka internet dengan yang tak pernah absen setiap hari. Hasilnya, ada peningkatan aktivitas bagian otak yang bertugas menangani memori dan membuat keputusan. ”Ini menunjukkan, membuka-buka situs di internet bisa menjadi cara mudah untuk melatih otak,” kata peneliti senior Teena D Moody.

Sukarelawan penelitian ini diminta membuka internet di rumah selama empat jam setiap hari. Bukan hanya sembarang membuka situs, tetapi secara khusus menggunakan mesin pencari dan menjawab pertanyaan berbagai topik yang ada di berbagai situs. Satu pekan kemudian para sukarelawan diperiksa dan hasilnya ada peningkatan aktivitas otak pada wilayah yang terkait kemampuan penggunaan bahasa, visual, memori, dan membaca.

Selama ini efek teknologi pada fungsi otak menjadi perdebatan sengit. Direktur the Royal Institution Susan Greenfield menghubungkan situs jaringan sosial di internet dengan berkurangnya daya konsentrasi pada anak. Ia juga menyalahkan layanan pesan singkat (SMS) sebagai penyebab meningkatnya ketidakpedulian pada anak. (LUK).