Tampilkan postingan dengan label Musik Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Musik Indonesia. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 06 Oktober 2012

Lagu Indonesia Yang Mendunia


Dibalik banyaknya masalah yang dihadapi negeri ini, berbanggalah sobat menjadi orang Indonesia. Karna ternyata ada beberapa lagu karya anak bangsa yang disukai bahkan dinyanyikan oleh musisi dunia. Meski lagu-lagu tersebut memang mengalami perubahan seperti pada judul, tapi dengan mendengar nadanya, kita pasti ingat bahwa lagu itu adalah lagu Indonesia. Penasaran lagu Indonesia apa saja yang dinyanyikan mendunia ? simak 7 Lagu Indonesia yang mendunia berikut ini ..

1. Cari Jodoh - Wali Band

Lagu ciptaan Apoy ini kembali dilantunkan oleh penyanyi pop asal negara Malta, Fabrizio Faniello yang pernah mewakili negaranya pada Eurovision Song Contest tahun 2001 dan 2006. Lagu "Cari Jodoh" ini pun berubah judul menjadi I No I Can Do saat dinyanyikan penyanyi berusia 30 tahun itu. Sebelumnya ada kesalahpahaman yang beredar bahwa Fabrizio Faniello melakukan plagiat terhadap lagu milik band asal pesantren ini. Namun berita itu segera dibantah produser Fabrizio, Manfred Holtz. Pria asal Jerman tersebut mengatakan semua royalti tetap milik Wali, akan tetapi Fabrizio hanya mengubah lirik agar sesuai dengan lagu Wali namun tetap enak dibawakan Fabrizio. Selain lagu "Cari Jodoh" ini ternyata Fabrizio Faniello juga tertarik membawakan kembali lagu Wali Band yang lain yaitu Baik-Baik Sayang.

2. Sephia - Sheila On 7

Sephia, Lagu yang bertemakan tentang perpisahan dari seorang peselingkuh dengan selingkuhannya ini dinyanyikan kembali oleh Qi Qin, penyanyi terkenal dari Taiwan. Namun lagu ciptaan Eros tersebut diganti menjadi Sophia. Dan ternyata pergantian itu bukan hanya dilakukan pada judulnya saja, melainkan juga pada liriknya. Lagu Sephia ini pernah menjadi Lagu Terbaik Kategori Pop Progressive serta Lagu Terbaik Kategori Best Of The Best pada ajang Anugerah Musik Indonesia tahun 2001.

3. Tak Bisakah & Di Belakangku - Peterpan

2 lagu milik band yang sedang vakum ini yaitu lagu Tak Bisakah dan Di Belakangku ternyata dijadikan soundtrack salah satu film di India yaitu Woh Lamhe. Dengan demikian, judul dan lirik lagu ciptaan Ariel Peterpan itupun diubah menjadi berbahasa India yaitu Kya Mujhe Pyaar Hai untuk lagu "Tak Bisakah" dan Aao Milo Chale untuk lagu "Di Belakangku". Di Indonesia sendiri, lagu "Tak Bisakah" merupakan soundtrack untuk film Alexandria yang diproduksi tahun 2005. Lagu "Tak Bisakah" dan "Di Belakangku " merupakan lagu-lagu pada album soundtrack Alexandria, dan album tersebut berhasil terjual sebesar 1 juta kopi.

4. Sempurna - Andra & The Backbone

Lagu berjudul "Sempurna" yang diciptakan Andra ternyata bukan saja pernah dinyanyikan oleh grup band Andra & The Backbone, tetapi lagu tersebut juga pernah dipopulerkan kembali oleh Gita Gutawa dengan gaya dan aransemen yang berbeda. Dan yang cukup membanggakan, ternyata lagu "Sempurna" itu pernah diminta oleh penyanyi asal Korea bernama Nicholas Teo untuk dimasukkan kedalam albumnya yang berjudul The Moment of Silence yang dirilis 5 Juni 2009 silam. Andra pun mengabulkan permintaan tersebut dengan mengubahnya kedalam bahasa Korea namun tetap dengan judul yang sama yaitu "Sempurna". Beberapa waktu lalu pun ada kabar yang beredar bahwa lagu "Sempurna" ini juga dinyanyikan sebuah grup band Jepang Shiroi Iro Wa Koibito no Iro.

5. Hingga Akhir Waktu - Nine Ball

Satu lagi karya anak negeri yang dibeli oleh penyanyi luar lainnya adalah lagu Hingga Akhir Waktu yang dinyanyikan oleh grup band Nine Ball. Lagu andalan band asal Bandung ini kembali dipopulerkan oleh penyanyi asal Filipina yaitu Christian Bautista. Judul lagu yang berisi tentang cinta mendalam dari seseorang terhadap kekasihnya itupun berubah menjadi Till The End of Time dan liriknya dialihbahasakan menjadi bahasa Inggris. Christian sendiri memang tidak asing lagi dengan dunia musik Indonesia. Selain proyeknya ini, Ia juga pernah berduet dengan penyanyi Indonesia lainnya yaitu Bunga Citra Lestari.

6. Bengawan Solo - Gesang

Di saat lagu keroncong bukan menjadi musik yang populer saat ini di masyarakat Indonesia, siapa sangka lagu keroncong berjudul "Bengawan Solo" justru terkenal di mancanegara. Lagu yang diciptakan maestro keroncong Gesang pada tahun 1940 ini telah dialihbahasakan ke versi bahasa Inggris dan dibawakan oleh Mona Fong, penyanyi kelahiran China. Selain itu lagu "Bengawan Solo" juga pernah muncul di film In The Mood For Love besutan Wong Kar-wai pada tahun 2000.

Disamping itu lagu yang menceritakan sebuah sungai di Solo ini juga dinyanyikan oleh penyanyi jazz asal Jepang keturunan Brazil, Lisa Ono dengan begitu indahnya. Lagu yang diciptakan dalam waktu 6 bulan ini telah diterjemahkan setidaknya kedalam 13 bahasa antara lain Tionghoa dan Bahasa Jepang. Atas karyanya yang mendunia ini, Gesang tetap berhak atas royalti lagu "Bengawan Solo".

7. Nina Bobo

Lagu yang sering disenandungkan saat seorang ibu pada anaknya yang akan tidur ini, ternyata telah dinyanyikan oleh penyanyi asing seperti Anneke Gronloh,Wieteke van Dort, Li Xiao Mei dan yang terbaru adalah Claudia Patacca dan Gerrit Ellen dalam sebuah orchestra di Belanda. Menariknya adalah, karena lirik lagu ini dinyanyikan sama dengan lirik aslinya yaitu "Nina bobo..oh..nina bobo, kalau tidak bobo digigit nyamuk". Sayangnya, sampai saat ini masih belum jelas siapakah yang menciptakan lagu tersebut, tapi yang jelas kata "Nina Bobo" lahir sebagai terjemahan dari Lullaby yang berarti lagu pengantar tidur.


(sumber :blog-ter-update.blogspot.com)

Kamis, 20 September 2012

Daftar Lagu Pada Album Noah "Seperti Seharunya"


Album Noah Seperti Seharusnya - Setelah berhasil melakukan konser di 5 Negara dan 2 Benua dalam satu hari, akhirnya Noah mendapatkan penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI). Selesainya konser yang bertajuk "Born To Make History" ini sekaligus menandai diluncurkannya Album perdana Noah yang tentunya sudah ditunggu-tunggu oleh semua fans Noah dan juga seluruh para penikman musik Indonesia.

Album Noah yang bertajuk Seperti Seharusnya tersebut diisi 10 singel, dan salah satu diantaranya sudah dikenal luas diseluruh Indonesia itu lagu yang berjudul Separuh Aku. Dalam Album Noah ini juga bisa ditemukan kutipan pidato Bung Karno, yaitu tepatnya pada akhir lagu yang berjudul Raja Negeriku yang sekaligus menjadi lagu pembaku pada Album terbaru Noah Band ini.

Sama seperti Album terdahulu di Peterpen, lagu-lagu yang diusung di Album Noah juga kebanyakan mengusung tentang tema cinta. Adapun salah satu lagu yang tidak membahas mengenai hal tentang cinta hanya akan ditemukan pada lagu yang berjudul Raja Negeriku.

Berikut adalah daftar lagu pada Album Noah Seperti Seharunya, dimana dalam album terbaru Noah Band ini bisa ditemukan 10 lagu dan salah satu diantaranya merupakan cover lagu yang pernah dipopulerkan oleh (Alm) Chrisye berjudul Sendiri Lagi.

1. Raja Negeriku
2. Berartinya Dirimu
3. Separuh Aku
4. Hidup Untukmu, Mati Tanpamu
5. Ini Cinta
6. Terbangun Sendiri
7. Sendiri Lagi
8. Sentuhlah Cinta
9. Tak Lagi Sama
10. Puisi Adinda

Selain lagu Separuh Aku sebagai lagu Andalan dalam album Noah, maka lagu berjudul Sentuhlah Cinta juga merupakan salah satu lagu yang cukup diminati oleh para fans Noah. Terbukti keberadaan lagi ini sudah banyak menghiasi halaman-halaman situs berbagi video Youtube dalam kurun beberapa hari terakhir.



Selasa, 04 September 2012

Nidji Bikin Video Klip Bersama Manchester United


TEMPO.CO, Jakarta - Grup band Nidji baru saja menyelesaikan syuting video klip bersama beberapa pemain tim kesebelasan Manchester United (MU) di Inggris. Menurut vokalisnya, Giring, ada satu kesulitan sekaligus kejadian lucu saat kru mulai mengambil gambar. Apa itu?

"(Antonio) Valencia enggak bisa ngomong bahasa Inggris. Padahal Kagawa aja bisa, Rooney apalagi," kata Giring saat ditemui di kawasan Senayan, Jakarta, Senin, 3 September 2012.

Pemain asal Ekuador itu, kata Giring, selalu salah mengucapkan bagian reff lagu yang juga merupakan judul lagu Nidji. "Valencia bilangnya Liberty Vivorgy, bukan Liberty Victory," ujarnya seraya tertawa.

Walhasil, pengambilan gambar terpaksa beberapa kali diulang. Bahkan Giring bersama para pemain MU lainnya tak henti-hentinya menertawakan kejadian itu. "Semua pada ketawa-ketawa. Kagawa juga," kata Giring.

Giring bersama personel lainnya, Run-D (keyboard), Andro (bas), Rama (gitar), Ariel (gitar), dan Adri (drum) berada di Inggris selama sepuluh hari. Khusus di Manchester, mereka menghabiskan waktu selama empat hari.